Siapakah pembeli Property Syariah?

SEPUTAR PROPERTY SYARIAH (2) .

Siapakah pembeli Property Syariah ? Apakah property syariah untuk Muslim sajakah? Pertanyaan ini bagus juga untuk meluruskan persepsi yang berkembang di luar sana yang mengatakan bahwa property syariah hanya bisa dimiliki oleh konsumen – konsumen yang muslim saja. padahal tidak, karena memang tidak dilarang dalam ajaran islam.

Rasulullah SAW juga bermuamalah dan bertransaksi dengan orang – orang non muslim waktu di Mekkah atau di Madinah. Rasulullah SAW pernah membeli bahan makanan dan tidak punya uang. Kemudian Rasulullah menggadaikan baju besinya. Sedangkan penjualnya adalah seorang Yahudi dan itu tidak masalah,

Bagaimana dengan developernya ?

Apakah juga harus Muslimkah ? hal itu bukan masalah meskipun developernya adalah seorang non muslim . Di komunitas DPS (developer property syariah) untuk kawan – kawan developer non muslim baik itu Kristen, Katolik, budha bahkan sempat ada kawan – kawan developer Hindu di Bali juga ikut dibantu oleh DPS untuk menerapkan skema Property Syariah ini.

Karena setelah dipelajari memang di semua konsep agama. Yang namanya Bunga Riba ini dilarang. Cuma karena Mayoritas dari komunitas kami ini muslim maka penekanannya di aspek Riba dalam pandangan Syariah Islam.

Kenapa Property Syariah tidak pakai skema Bank Syariah?

Kita semua mengetahui kalau sebenarnya berurusan dengan Bank ini kalau bisa dibilang ribet ya memang ribet dan njelimet. Dengan segala instrumennya termasuk BI Checking dan segala macam hal lainnya. Padahal kita lihat diluar sana banyak orang – orang yang memiliki kemampuan bayar tapi tidak Bank-able. pertanyaannya adala seberapa banyak orang Indonesia ini yang sudah punya rekening Bank?

Kami banyak berinteraksi dengan rekan -rekan pengusaha UMKM (usaha Mikro Kecil Menengah). Mereka tidak punya yang namanya NPWP, TDP, SIUP tapi mereka punya penghasilan yang cukup. Dan ketika krisis moneter indonesia tahun 1998, justru mereka di sektor non formal ini menyumbang kontribusi menjadi penyelamat perekonomian Indonesia.

Tetapi orang – orang seperti ini andaikan mereka mengajukan KPR (kredit kepemilikan rumah) ke Bank, maka kemungkinan besar tidak akan diterima. Dan konsumen pembeli properti syariah yang cukup banyak seperti inilah, yang kami namakan konsumen Un-BI-Checking.

Riset yang kami lakukan mengenai pembeli property syariah

Konsumen berikutnya, yang membeli properti syariah selama ini adalah orang – orang yang masuk dalam kategori loyalis. Menurut Riset yang kami lakukan, 30,8% pembeli – pembeli properti syariah adalah orang – orang yang loyal. loyal di sini bisa diartikan menjadi orang yang loyal taat dalam beragama, puritan dalam beragama atau bisa dikatakan sebagai orang yang konservatif dalam beragama.

Mereka ini tidak mau melibatkan Bank karena di perbankan ada namanya Riba. Di perbankan ada yang namanya denda. dan sekaligus hal ini menjawab pertanyaan tadi kenapa kami tidak menggunakan skema Bank Syariah? Karena Bank Syariah masih menerapkan skema denda. Denda finansial ini merupakan Riba Jahiliyah yang dilarang oleh Syariat Islam. Sebagai mana yang disebutkan dalam Tafsir Al-Qur’an.

Semoga penjelasan dari Ustadz Rosyid Aziz selaku founder dari Developer Property Syariah bisa menjawab pertanyaan Siapakah Pembeli Property Syariah?

Apakah property syariah untuk Muslim sajakah?

Mau Info Rumah yang beneran Syariah & Amanah?

Hubungi CUSTOMER SERVICE kami:

0813-3220-5223 (Call).

Atau chat WA bisa klik Link berikut ini:

bit.ly/csRumahHalal.

sumber video : CNBC Indonesia

baca juga : mengenal konsep property syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *